Sabtu, 23Feb'08 - Dimas - Manasik haji


Assalamualaikum wr. wb.
Audzubillahimisysyaithoonirrojiim
Bismilillahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah... ya Allah... di hari itu..Engkau memberiku pengalaman ruhani yang subhanallahnya, aku merasakan rasa syukur yang ta' ada habis2nya akan nikmat yang Engkau berikan.
Hampir 3 tahun sejak anakku terakhir berkumpul dgn anak2 lain di MAU..
3 tahun yang lalu, Dimas masih 2 tahun.. speechdelay, eye contact kurang, lasak/ga bias diem, temper tantrum..sampai menghentak2kan kepala ke lantai.
3 tahun yang lalu, Dimas ga suka berkerumun di suasana ramai... moodnya langsung jelek..
3 tahun yang lalu, Dimas guling2 di lapangan MAU karena ga mau ikutan lomba gambar antar Kelompok Bermain se Duri. Waktu itu Dimas mengamuk, akhirnya dibawa pulang bapaknya sampai matahin kacamata hitam bapaknya..suasana rumah jadi tegang.
Apalagi disaat pulang ke rumah..dalam kondisi mengamuk.. Dimas menghentak2kan kepala
ke lantai..jejeritan ga berhenti sampai tertidur kecapekan.
Untuk kesekian kalinya, Dimas seringkali ga mau tampil di muka umum.. dan diriku pun sering ga lulus ujian dari Allah.. ternyata bagiku, masih YANG HEBAT ITU YANG NAMPIL.. apalagi jika merefer ke diriku, yang hobi 'nampil' selagi kecil.
Terakhir nampil...dengan alasan sudah berjuang ikhtiar, aku memaksanya untuk nampil memakai baju binatang.... akhirnya keluarlah omongannya "aku ga mau jadi binatang, aku maunya jadi orang"... subhanallah nak, maafkan ibundamu ini yang suka memaksakan kehendak kepadamu nak... sering diri ini memaksakan diri kepada anakku, bernafsu agar ia mengikuti apa yang kulakukan.

3 TAHUN SUDAH BERLALU.. saat kubermuhasabah diri... disaat sholat shubuh.. apakah aku mau mengulangi kesalahanku yang sama ini? atau aku mau mengubah paradigmaku yang jahiliyah ini....
"Ya Allah, aku tidak punya kebisaan. Biarpun sudah hampir 2 bulan ini kupersiapkan anakku utk BERIBADAH MANASIK HAJI, tapi aku tidak punya kebisaan ya Allah. Engkaulah yang memiliki jiwa anakku.. Engkaulah yang menggerakkannya.. Engkaulah yang Maha Memutuskan yang Terbaik utkku. Kuatkanlah diriku ya Allah.. dalam menghadapi ketetapan-Mu".... Bantulah aku utk merasakan, bahwa apapun itu adalah karunia dari Mu.. ampunilah aku ya Allah, berilah aku petunjuk."

Kupakaikan baju ihram kepada Dimas.... subhanallah, betapa fitrahnya anakku memakai baju putih... semua sama di mata - Mu ya Allah.. semua adalah hamba-Mu..yang sesuai dengan kefitrahannya.
Disaat bis menjemput, Dimas sempat malu..ga mau keluar rumah.. hatiku ini sempat bernafsu... aku istighfar dalam hati.... ya Allah.. betapa malunya diri ini.. karena nafsu yang masih ada di dalam hati.. kuluruskan niatku utk menyatakannya tanpa nafsu, "Mas.. temen2 mas semua juga pake baju ihram.. di bis semua udah pake..kok. mas ganteng kok pake ini... Ayoo...mama antar ke bis.. jalan di belakang mama aja klo malu.. Kan Dimas mau manasik haji..katanya mau disayang Allah"..
akhirnya Dimas mau keluar rumah..masuk bis.. adik2nya juga ikut, tp bukan ke lapangan masjid tapi ke KB-Putih Melati... alhamdulillah ya Allah.. ujian I berlalu..akupun bisa menenangkan nafsu ku kembali..

Aku berjuang lagi menyiapkan 'wadah' untuk kesana.. tidaklah mudah... aku berusaha sholat dhuha..disana kuberdoa "Ya ALlah, lapangkanlah hatiku..dalam menghadapi ketetapan-Mu nanti. Ya Allah..aku tidak punya kebisaan.. Engkaulah Yang Maha Bisa dalam menentukan segalanya. Kuatkanlah hatiku ya Allah.. aku tidak mau gagal utk kesekian kalinya".

Aku dan suamiku berangkat..melihat lapangan MAU yang lautan putih..subhanallah...
Kucari Dimas.. ternyata kutemukan dia..sedang dengan berdiri manisnya memakai masker karna asap yang menyengat.
Allahuakbar..ya Allah, anak yang pernah guling2 di lapangan ini, bisa anteng.. bagiku rasanya subhanallaaaaaaaaaaahhh.. tetesan air mata tak terelakkan, terharu atas nikmat2 yang Engkau berikan.. terharu atas bimbingan-Mu dalam menjalani ujian Dimas - anakku yang 'unik' ini..
Anakku sayang.. betapa ALlah menguatkan diri-Mu utk terus berdiri menunggu pidato demi pidato.. tapi Dimas tetap bertahan..walaupun asap & panas mulai menyerang.. terimakasih ya Allah.. terkatakan..

Manasik haji mulai berjalan... di Arafah..Musdalifah.. melempar jumrah...ka'bah..tawaf... sai..safa..marwah... ya Allah, inilah jawaban doa-Ku.. ternyata inilah yang kubutuhkan.. merasakan dunia bahagia di dalam dunia kesenangan.. di dalam dunia kesenangan itu, kutemukan stetes arti kebahagiaan..walau ada spot2 tetes2 nafsu liar yang masih bercokol dalam diriku.
Kuamati Dimas..senyumannya menghiasi perjalanannya bermanasik haji..biar panas haus memerah menghitam mukanya, Dimas tetap semangat menjalani ritual manasik haji dengan ceria.. allahuakbar.. Maafkan mama Nak, yang kadang bernafsu memaksakan keinginan mama.. padahala engkau itu masih fitrah.... mamalah yang suka nafsu, banyak keinginan. subhanallah.. mama ga nyangka..ternyata Dimas bisa hafal 4 lembar bacaan arab utk manasik..subhanallah..memang anak2 yang hatinya bersih ga ada keinginan, lebih mudah mengingat sesuatu dengan lebih cepat.

Alhamdulillah..manasik berjalan dengan lancar.. saat melempar jumrah.. aku sampai ngajak Dimas latihan lempar biji jagung tadi malem... kata win, bu..dimas rada susah utk merapatkan jari2nya utk menadahi biji jagungnya..diri ini sempat tidak tenang.. akhirnya Allah memberi ilham "Emangnya kenapa klo ga bisa lempar biji jagung dengna bener..emangnya kenapa".. alhamdulillah.aku lebih tenang. Jadi, disaat melempar jumrah, Dimas kebingungan buka plastik dan ngambil biji jagungnya...aku ga was2 lagi. Allahuakbar.

Ujian itu memang sekejab.. pilihan ada didiriku..mau memilih menahan diri atau ngegas nafsu.. disaat ujian manasik selesai..Dimas anteng2 saja.. hehehe..
pas makan di rumah makan.. Dimas marah2 sampai nangis, karena kita pengen cepat pulang..adik2nya lasak semua.. tapi Dimas maunya makan di tempat.. tapi kitanya udah ngebawain ayam gorengnya biar dibawa pulang.. "hatiku tertawa.." ya Allah, ternyata inilah cara-Mu agar aku tidak terlena dalam ujian kesenangan".. subhanallah..

HARI INI.. ADALAH SPIRITUAL MOMENT YANG SANGAT BERHARGA UTK DIRIKU..SUBHANALLAH..
"Ya Allah..bantulah diriku utk merasakan momen demi momen yang berharga seperti ini..merasakan hari yang luar biasa dari hari ke hari.. bukan hari yang biasa..atau hari yang penuh dengan nafsu liar.bantulah aku ya Allah..karena tanpa bimbingan dari-mu, aku tidak punya kebisaan utk menjalani hidup ini apa adanya tapi luar biasa rasanya...ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIIN"

Wallahualam bissawab..kebenaran hanya milik Allah semata..kesalahan murni dariku sendiri..ampunilah dosaku ya Allah.

Wassalamualaikum wr.wb.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "