Cita-citaku ingin dekat mereka suatu saat


Alhamdulillah segala puji hanya milikNya, atas segala yg tak terkatakan tak terkira. Sampaikanlah shalawat beriring salam kepada nabi bsr Muhammad saw, beserta keluarganya yg mulia, sahabatnya yg agung dan semoga kita pengikutnya sampai akhir jaman nanti.

Bersyukur tiada henti atas rasa ini...Aku mengenal seorang ustadz imam masjid di tempatku, dan juga pimpinan sebuah UPZ. Subhanallah, seringkali kubergetar mendengar kisah-kisah nabi Muhammad saw yang diceritakannya dengan penuh penghayatan saat tausiyah, bahkan membuat jamaahnya meleleh-leleh dalam lorong kerinduan pada nabinya dan merasakan kemuliaan beliau. Salah satunya, hadits mengenai anak yatim. Orang yang memelihara anak yatim akan masuk syurga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.
“Saya dan orang yang mengasuh/pemelihara anak yatim akan berada di Syurga begini”, kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telujuk dan jari tengah, dan merenggangkannya sedikit. (HR. Bukhori, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).
Cara beliau menceritakan sungguh ekspresif dengan jari telunjuk dan jari tengah, terasa getaran rindu beliau saat menceritakannya pada kami.

Beliau seringkali menceritakan kisah anak yatim bersama baginda Rasullah, hingga beliaupun menangis, kamipun terinduksi merasakan kisah yang diceritakannya. Bersyukur tiada henti ditakdirkanNya kumendengar kisah-kisah itu, sambil bershalawat kepada nabi Muhammad saw. Momen kesadaran itu, begitu menggugah kalbuku, disaat merasakan anak yatim. Sejak itu, kumerasakan kerinduan untuk berjumpa dengan mereka.

Terimakasih sahabatku, kudapat memperoleh kesempatan berkunjung waktu itu pertama kalinya ke panti asuhan anak dhuafa dan anak yatim. Bertemu mereka, mendatangi mereka, ada sesuatu yang membuatku merasa nyaman berada di dekat mereka. Dia dan nabiNya terasa dekat, subhanallah. Tatapan mata mereka yang fitrah seperti ingin mengungkapkan aku ingin disayang. Para pengasuh disana, dengan kasih sayang mendidik mereka dengan disiplin. Pernah kumelihat anak seumur 6 tahun, sudah sempurna sholatnya. Anak2 beternak bebek, ikan dll.. Mau masak dan makanpun mereka bergotong royong. Tempat tidurnya juga seadanya..tempat belajarnya jg seadanya.. Betapa Allah Maha Kasih Maha Sayang..ya, ketenangan jiwa itu. Sungguh mereka salah satu yg berarti dalam hidupku. Dalam kesederhanaan dan keterbatasan yg ada...sungguh bagiku di tempat itu adalah salah satu tempat yang sangat berarti buatku. Entahlah, disana, hatiku seringkali bergetar..kadang menangis.. Tangisan sesuatu yang merindu.. subhanallah..priceless..

Allah..jika kau ridhoi, cita-citaku ingin berada dekat mereka, memelihara mereka.. suatu saat kelak. Sungguh, kumenemukan kepingan puzzle yang terserak dalam kebersamaanku bersama mereka. Aku menyayangi mereka ya Robb.. Maafkan aku anak2, sudah hampir 1thn sjk kalian bkunjung ke rmhku.. Sungguh betapa barokahnya rumahku saat didatangi kalian. Semoga Allah memberi kesempatan buat kita tuk bjumpa lagi.
Allah, liputilah hati2 kami dengan kasih sayangMu..limpahkanlah rahmat dan barokah buat kami
Allah..jadikanlah kami hambaMu yang merindukan perjumpaan denganMu dan nabiMu yg kurindu nabi besar Muhammad saw..melebihi dari apapun yang ada di dunia ini.. Amiin ya robbal alamiin.laahawla walaa quwwata illa billah...alfatihah..

Wallahualam bissawab
Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadu alla ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa'atubu illaik

2 komentar:

Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

Alhamdulillah....
Sebuah cita-cita yang mulia, Mbak Eva, sungguh semoga Allah Ta'ala mengabulkannya, bisirril faatihah....

Eva Yulianti mengatakan...

amiin..ya Allah..maturnuwun doanya kang Azzet..jazakallahu khairan katsiira.

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "