Sayang

Sayang...
Kuingin merangkai kata untukmu
Sebagai tanda sayangku padamu
Tuk sepenuh asa dan doa bersamamu

Sayang...
Rasa ini tak dapat terbendung
Ibarat waduk segara yang demikian derasnya
Mengalir dari lubuk hati ini berderai derainya

Sayang...
Aku ingin menyayangimu
Menatapmu dengan penuh kasih sayang
Menembus hingga ke alam malakut agar engkau tau isi hatiku

Sayang...
Aku ingin menyayangimu
Memelukmu dengan penuh kehangatan
Menyelusup ke dalam relung hatimu hingga terasa kumenyayangimu

Sayang...
Aku ingin menyayangimu
Menenangkan jiwamu dengan kelembutan
Selembut dekapan sinar bulan dalam merengkuh bumi

Sayang...
Aku ingin menyayangimu
Menyemangatimu dengan sinar mentari
Mampu mengkobarkan spirit jiwa dalam berjuang di jalan Tuhan

Sayang...
Aku ingin menyayangimu
Menggenggam erat tanganmu
Tuk menghalau rasa gelisah yang menghantui diri

Sayang...
Aku ingin menyayangimu
Melayanimu dengan sepenuh jiwa sepenuh raga
Demi bahagia dan cinta kita bersama

Sayang...
Betapa kumenyayangimu
Tak terperi-peri tak terkatakan tak terhingga
Semoga terus bersemi terpatri di dalam hati hingga di alam keabadian
Doaku semoga rasa ini saling terasa di antara kita duhai sayangku

Amiin yaa robbal alamiin

Subhanakallahumma wabihamdika
Asyhadu alla ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa atubu illaik

Bingkai Mimpi - Ebiet G Ade (HD)





Dalam kepekatan mimpiku 
wajahMu tersembunyi 
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan 
Semua datang sujud buatMu 
Menikam cinta paling dalam

Du du du du du du du 
du du du du du

Dari sudut manakah gerangan 
aku dapat segera mulai 
melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada 
Bahkan mengalir dalam darah 
Hidup t'lah kujanjikan buatmu

Garis-garis aku satukan 
menampilkan watak yang beringas 
Titik-titik aku kumpulkan 
menampilkan rona geriap 
Terlalu jauh dari wajahMu 
yang agung, teduh, dan kasih 
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar 
Tinggal kumohon ampunanMu atas kelancangan mimpiku

Dalam kesejukan nafasMu 
aku khusyuk sembahyang 
Barangkali dapat kutafsirkan makna firmanMu 
Peluklah aku dalam damai, 
siramilah dengan cinta

Garis-garis aku satukan 
menampilkan watak yang beringas 
Titik-titik aku kumpulkan 
menampilkan rona geriap 
Terlalu jauh dari wajahMu 
yang agung, teduh, dan kasih 
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar 
Tinggal kumohon ampunanMu atas kedangkalan mimpiku

Du du du du du du du du 
du du du du du du du du 
du du du du du du du 
du du du du du


Kerinduan?

Duhai Tuhanku...
Kerinduan ini begitu indah
Ibarat rinai-rinai hujan yang membasahi bumi
Tuk senantiasa mencurahkan isi hati
Yang bergelora pada sosok yang dicintai

Duhai Tuhanku....
Kerinduan ini begitu menyiksa...
Ibarat mendaki langit begitu menyesakkan jiwa
Namun diri ini tak berdaya tuk merindunya
Ingin rasanya kuberteriak tuk melepas penat yang menyempit di dada

Duhai Tuhanku
Kerinduan ini begitu memerah merona-rona
Bak bunga-bunga surgawi yang terus bersemi di dalam hati
Semoga menjadi menjadi saksi penantianku
Yang senantiasa membahana di dalam jiwa

Duhai Tuhanku
Kerinduan ini betapa menghanyutkan
Ibarat hanyutan mata air kedamaian yang terus merasuk diri
Hingga yang terasa hanyalah ketenangan di batin ini
Menghadapi tantangan demi tantangan tuk terus merindunya

Duhai Tuhanku
Apakah dia sama merindukanku seperti kumerindunya?
Setelah penantian yang panjang ini...
Semoga ada jawaban yang menggembirakan duhai Tuhanku
Laahawla walaa quwwata illa billah...


Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "