21 Juni 2008 - naik sepeda

Alhamdulillah ya Allah.. aku masih diberi kesempatan menghirup udara di dunia ini..

21 Juni 2008 - adalah momen penting dlm hidupku... dan lagi2... Terasa campur tangan Allah yang membuatku bisa mengendarai sepeda.
Dulu serasa ga mungkin, aku bisa mengendarai sepeda.. tp ternyata..kehendak ALlah berkata lain.
Berkali2 aku latihan..berkali2 pula aku gagal... disaat ga semangat lagi..tiba2 ada teman mengingatkan ada tmn yg baru juga bisa sepeda..caranya dg latihan di pagi hari mengajak asistennya.
tiba suatu saat..stlh sholat subuh di masjid..Allah mengilhamkanku utk berlatih sepeda..mengajak Siti asistenku & Nana. Awalnya terasa malu diri ini...karena udah tua baru latihan..paradigma malu ama orng membuatku ga rileks dalam berlatih..
tiba suatu saat.. Allah memberiku KI..kalbuku bergumam.. ngapain malu..buat ibadah utk Allah kok malu latihan sepeda..banyak amal sholeh yg bisa kulakukan dg mampu bersepeda ini.. sejak detik itu juga kuberanikan aku latihan di dpn2 rmh tetangga.. EGP.emang gue pikirin diketawain tetangga.. terseok2..saatnya tiba..tiba2 beberapa kayuhan ku dapatkan..akhirnya aku memulai putaran pertama naik sepeda dlm kehidupan..kuawali dg alfatihah.. & Ayat Kursi..bergetar hati ini..serasa mimpi..
ya Allah..tnyt mmg Engkau take over masalah jk yg kulakukan ini semata2 karena Mu ya Allah.. yg tadinya ga mungkin mjd mungkin...subhanallah..

Sabtu, 23Feb'08 - Dimas - Manasik haji


Assalamualaikum wr. wb.
Audzubillahimisysyaithoonirrojiim
Bismilillahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah... ya Allah... di hari itu..Engkau memberiku pengalaman ruhani yang subhanallahnya, aku merasakan rasa syukur yang ta' ada habis2nya akan nikmat yang Engkau berikan.
Hampir 3 tahun sejak anakku terakhir berkumpul dgn anak2 lain di MAU..
3 tahun yang lalu, Dimas masih 2 tahun.. speechdelay, eye contact kurang, lasak/ga bias diem, temper tantrum..sampai menghentak2kan kepala ke lantai.
3 tahun yang lalu, Dimas ga suka berkerumun di suasana ramai... moodnya langsung jelek..
3 tahun yang lalu, Dimas guling2 di lapangan MAU karena ga mau ikutan lomba gambar antar Kelompok Bermain se Duri. Waktu itu Dimas mengamuk, akhirnya dibawa pulang bapaknya sampai matahin kacamata hitam bapaknya..suasana rumah jadi tegang.
Apalagi disaat pulang ke rumah..dalam kondisi mengamuk.. Dimas menghentak2kan kepala
ke lantai..jejeritan ga berhenti sampai tertidur kecapekan.
Untuk kesekian kalinya, Dimas seringkali ga mau tampil di muka umum.. dan diriku pun sering ga lulus ujian dari Allah.. ternyata bagiku, masih YANG HEBAT ITU YANG NAMPIL.. apalagi jika merefer ke diriku, yang hobi 'nampil' selagi kecil.
Terakhir nampil...dengan alasan sudah berjuang ikhtiar, aku memaksanya untuk nampil memakai baju binatang.... akhirnya keluarlah omongannya "aku ga mau jadi binatang, aku maunya jadi orang"... subhanallah nak, maafkan ibundamu ini yang suka memaksakan kehendak kepadamu nak... sering diri ini memaksakan diri kepada anakku, bernafsu agar ia mengikuti apa yang kulakukan.

3 TAHUN SUDAH BERLALU.. saat kubermuhasabah diri... disaat sholat shubuh.. apakah aku mau mengulangi kesalahanku yang sama ini? atau aku mau mengubah paradigmaku yang jahiliyah ini....
"Ya Allah, aku tidak punya kebisaan. Biarpun sudah hampir 2 bulan ini kupersiapkan anakku utk BERIBADAH MANASIK HAJI, tapi aku tidak punya kebisaan ya Allah. Engkaulah yang memiliki jiwa anakku.. Engkaulah yang menggerakkannya.. Engkaulah yang Maha Memutuskan yang Terbaik utkku. Kuatkanlah diriku ya Allah.. dalam menghadapi ketetapan-Mu".... Bantulah aku utk merasakan, bahwa apapun itu adalah karunia dari Mu.. ampunilah aku ya Allah, berilah aku petunjuk."

Kupakaikan baju ihram kepada Dimas.... subhanallah, betapa fitrahnya anakku memakai baju putih... semua sama di mata - Mu ya Allah.. semua adalah hamba-Mu..yang sesuai dengan kefitrahannya.
Disaat bis menjemput, Dimas sempat malu..ga mau keluar rumah.. hatiku ini sempat bernafsu... aku istighfar dalam hati.... ya Allah.. betapa malunya diri ini.. karena nafsu yang masih ada di dalam hati.. kuluruskan niatku utk menyatakannya tanpa nafsu, "Mas.. temen2 mas semua juga pake baju ihram.. di bis semua udah pake..kok. mas ganteng kok pake ini... Ayoo...mama antar ke bis.. jalan di belakang mama aja klo malu.. Kan Dimas mau manasik haji..katanya mau disayang Allah"..
akhirnya Dimas mau keluar rumah..masuk bis.. adik2nya juga ikut, tp bukan ke lapangan masjid tapi ke KB-Putih Melati... alhamdulillah ya Allah.. ujian I berlalu..akupun bisa menenangkan nafsu ku kembali..

Aku berjuang lagi menyiapkan 'wadah' untuk kesana.. tidaklah mudah... aku berusaha sholat dhuha..disana kuberdoa "Ya ALlah, lapangkanlah hatiku..dalam menghadapi ketetapan-Mu nanti. Ya Allah..aku tidak punya kebisaan.. Engkaulah Yang Maha Bisa dalam menentukan segalanya. Kuatkanlah hatiku ya Allah.. aku tidak mau gagal utk kesekian kalinya".

Aku dan suamiku berangkat..melihat lapangan MAU yang lautan putih..subhanallah...
Kucari Dimas.. ternyata kutemukan dia..sedang dengan berdiri manisnya memakai masker karna asap yang menyengat.
Allahuakbar..ya Allah, anak yang pernah guling2 di lapangan ini, bisa anteng.. bagiku rasanya subhanallaaaaaaaaaaahhh.. tetesan air mata tak terelakkan, terharu atas nikmat2 yang Engkau berikan.. terharu atas bimbingan-Mu dalam menjalani ujian Dimas - anakku yang 'unik' ini..
Anakku sayang.. betapa ALlah menguatkan diri-Mu utk terus berdiri menunggu pidato demi pidato.. tapi Dimas tetap bertahan..walaupun asap & panas mulai menyerang.. terimakasih ya Allah.. terkatakan..

Manasik haji mulai berjalan... di Arafah..Musdalifah.. melempar jumrah...ka'bah..tawaf... sai..safa..marwah... ya Allah, inilah jawaban doa-Ku.. ternyata inilah yang kubutuhkan.. merasakan dunia bahagia di dalam dunia kesenangan.. di dalam dunia kesenangan itu, kutemukan stetes arti kebahagiaan..walau ada spot2 tetes2 nafsu liar yang masih bercokol dalam diriku.
Kuamati Dimas..senyumannya menghiasi perjalanannya bermanasik haji..biar panas haus memerah menghitam mukanya, Dimas tetap semangat menjalani ritual manasik haji dengan ceria.. allahuakbar.. Maafkan mama Nak, yang kadang bernafsu memaksakan keinginan mama.. padahala engkau itu masih fitrah.... mamalah yang suka nafsu, banyak keinginan. subhanallah.. mama ga nyangka..ternyata Dimas bisa hafal 4 lembar bacaan arab utk manasik..subhanallah..memang anak2 yang hatinya bersih ga ada keinginan, lebih mudah mengingat sesuatu dengan lebih cepat.

Alhamdulillah..manasik berjalan dengan lancar.. saat melempar jumrah.. aku sampai ngajak Dimas latihan lempar biji jagung tadi malem... kata win, bu..dimas rada susah utk merapatkan jari2nya utk menadahi biji jagungnya..diri ini sempat tidak tenang.. akhirnya Allah memberi ilham "Emangnya kenapa klo ga bisa lempar biji jagung dengna bener..emangnya kenapa".. alhamdulillah.aku lebih tenang. Jadi, disaat melempar jumrah, Dimas kebingungan buka plastik dan ngambil biji jagungnya...aku ga was2 lagi. Allahuakbar.

Ujian itu memang sekejab.. pilihan ada didiriku..mau memilih menahan diri atau ngegas nafsu.. disaat ujian manasik selesai..Dimas anteng2 saja.. hehehe..
pas makan di rumah makan.. Dimas marah2 sampai nangis, karena kita pengen cepat pulang..adik2nya lasak semua.. tapi Dimas maunya makan di tempat.. tapi kitanya udah ngebawain ayam gorengnya biar dibawa pulang.. "hatiku tertawa.." ya Allah, ternyata inilah cara-Mu agar aku tidak terlena dalam ujian kesenangan".. subhanallah..

HARI INI.. ADALAH SPIRITUAL MOMENT YANG SANGAT BERHARGA UTK DIRIKU..SUBHANALLAH..
"Ya Allah..bantulah diriku utk merasakan momen demi momen yang berharga seperti ini..merasakan hari yang luar biasa dari hari ke hari.. bukan hari yang biasa..atau hari yang penuh dengan nafsu liar.bantulah aku ya Allah..karena tanpa bimbingan dari-mu, aku tidak punya kebisaan utk menjalani hidup ini apa adanya tapi luar biasa rasanya...ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIIN"

Wallahualam bissawab..kebenaran hanya milik Allah semata..kesalahan murni dariku sendiri..ampunilah dosaku ya Allah.

Wassalamualaikum wr.wb.

Pengendalian Nafsu (1)

Assalamualaikum wr. wb.
Audzubillaahiminassysyaithoonirrojiim

alhamdulillah.. tafakuran tentang pengendalian nafsu malam sabtu kemarin..

Bagaimana cara diriku agar dekat dengan Allah?
selama ini diriku berusaha meraba..
yang kutau mendekatkan diri adalah satu dari aturan main Allah yang harus kujalani.

Siapakah yang tidak mau mendekatkan diri kepada Allah?
Al Maidah (5) : 35 -->
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang MENDEKATKAN DIRI kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan

Apa Indikator orang yang dekat dengan Allah? jiwa tenang..

Ternyata ada tabir yang membuat diriku jauh dari Allah.. tabir itulah hawa nafsu liar yang bercokol di diriku.

Bagaimana menipiskan tabir itu?
tabir itu kutipiskan dengan membuat nafsuku menjadi tenang
nafsu liar itu ibaratnya ikan hiu yang akan ganas jika hidup di air laut

Bagaimana membuat nafsu itu menjadi tenang?
Letak nafsu liar itu adanya di paradigma yang tidak qurani.. air laut itulah paradigma yang tidak qurani.

Tapi jika kuganti medianya dengan air tawar...lama kelamaan ikan hiu itu akan mati.

JADI.. PERJUANGANNYA ADALAH MENGGGANTI PARADIGMA YANG TIDAK QURANI MENJADI QURANI..

Bagaimana cara mengganti paradigma?
DENGAN TAFAKUR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ga usah aku fikirkan begitu banyak 'ikan hiu' dalam diriku, tapi kuncinya adalah seberapa banyak aku bertafakur dalam hidupku ini..
otomatis bisa dekat dengan Allah.. karna dekat dengan ALlah adalah buah dari proses demi proses mengganti paradigma satu dengan paradigma lain, karena dengan itu...nafsu menjadi tenang, tabir ke Allah lebih tipis..

RASULULLAH BERSABDA, ALLAH BERFIRMAN :
"Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepadaKu.
Aku bersamanya bila dia ingat Aku, bila dia mengingat-Ku dalam dirinya, aku mengingatnya dalam diri-Ku,
bila dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, AKu menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka,
bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, AKu mendekat kepadanya sehasta.
bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa,
bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.
(HR Al BUkhari 5/175 & Muslim 4/2061)

ALLAH MENANTI IKHTIAR DEMI IKHTIARKU untuk terus berjuang mengganti paradigmaku agar menjadi QURANI...JIKA AKU BERJUANG, ALLAH TIDAK AKAN INGKAR JANJI..

WALLAHU ALAM BISSAWAB.
Wassalamualaikum wr. wb.
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "